Cari Solusi, Tim Penangulan Kemacetan di Jakarta Utara Sambangi KBN Bahas JTCT

Selasa, 21 September 2021 06:56

TANJUNG PRIOK - Sederet permasalahan mulai bongkar-muat peti kemas kontainer hingga banyaknya peti-kemas yang menggunakan pemukiman warga di Wilayah Tanjung Priok sebagai Pool atau tempat parkir belum bisa diatasi sampai saat ini.

"Bukan hanya korban jiwa meninggal dunia, namun keberadaan kontainer-kontainer dipemukiman warga juga menambah dan memperparah kemacetan di Jakarta Utara. Selain itu juga semrawutnya tata ruang dan tata kelola kota, menjadi PR besar Pemprov DKI dalam hal ini walikota Jakarta Utara, yang tidak kunjung usai. Saya mencatat sudah 3 kali pergantian kepemimpinan walikota Jakarta Utara, persoalan kemacetan, kematian diwilayah pemukiman dan kesemrawutan yang diakibatkan oleh Pool-pool liar Kontainer dipemukiman warga ini belum juga bisa diatasi oleh pemerintah daerah," kata Anung MHD dari Lembaga Sukses Jakarta dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/9/2021).

Anung MHD dari Lembaga Sukses Jakarta, bersama dengan Apek Saiman sebagai perwakilan dari Komunitas Masyarakat Jakarta Utara (Komju), menggandeng Dewan Kota Jakarta Utara yang diwakili oleh Tonce, dan Asisten perekonomian dan pembangunan sekertaris Kota administrsi Jakarta Utara. H suroto, menyambangi Direktur operational Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Satrio Witjaksono dikantornya di Bilangan Marunda Jakarta Utara, baru-baru ini, dalam rangka mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Saya mendukung rencana pembentukan terminal truck container ini. Dan akan menindak lanjuti pembicaraan ke pimpinan direksi KBN," kata Direktur operational Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Satrio Witjaksono.

Persoalan mendasar adalah keberadaan pool kontainer atau depo yang berada di pemukiman warga, sebenarnya tidak sesuai zona peruntukannya.

Untuk itu tim sepakat untuk membuat sebuah terminal khusus truck container yang dianggap sebagai jawaban atas persoalan ini.

Team ini menilai Kawasan Brikat Nusantara (KBN) Marunda sebagai tempat yang paling representatif dan dapat menjadi solusi untuk persoalan ini.

"Ini adalah persoalan good will dari Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara, untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut. Dimana team sudah sepakat dan menunjuk Walikota Jakarta Utara, sebagai Ketua Team, untuk mencarikan solusi," ujar Apek Saiman

 

Team yang dipimpin oleh Walikota Jakarta Utara dan beranggotakan dari beberapa organisasi masyarakat yang merepresentasikan perwakilan masyarakat Jakarta Utara diharapkan bisa mengeksekusi menjadi sebuah kebijakan dan menjadi regulasi yang dapat dipatuhi oleh perusahaan pemilik tracking armada peti kemas.

Langkah ini, demi kabaikan masyarakat Jakarta Utara, dan tata kelola ruang DKI Jakarta pada umumnya.

Namun jika persoal ini masih belum bisa diselesaikan, team berencana akan melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Kodam Jaya, dan Polda Metro DKI Jakarta untuk mencari solusi terbaik.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Cari Solusi, Tim Penangulan Kemacetan di Jakarta Utara Sambangi KBN Bahas JTCT, https://jakarta.tribunnews.com/2021/09/10/cari-solusi-tim-penangulan-kemacetan-di-jakarta-utara-sambangi-kbn-bahas-jtct.


 
Telah dikunjungi sebanyak : 81 kali
Share :
;