Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian mengunjungi PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero)

Kamis, 25 Maret 2021 15:02

Kamis (25/3), KBN menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian di Ballroom Kantor Pusat PT. KBN (Persero), Cakung, Jakarta Utara.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Eko S.A Cahyanto hadir bersama Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Masrokhan, Staf Ahli Menteri Perindustrian Putu Juli, Staf Khusus Menteri Perindustrian Neil Iskandar Daulay, Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito, dan Sesditjen KPAII Hendra Yetty. Selain dari Kementerian Perindustrian, turut hadir Asisten Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Y.B Priyatmo Hadi, Direktur Utama PT. Danareksa (Persero) Ari Sudono, dan Direktur Investasi PT. Danareksa (Persero) Andry Setiawan.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT. KBN (Persero) Alif Abadi, Direktur Keuangan PT. KBN (Persero) Ari Henryanto, Direktur Pengembangan PT. KBN (Persero) Agus Hendardi serta beberapa Pejabat PT. KBN (Persero).

Kunjungan kerja KPAII tersebut dalam rangka melaksanakan koordinasi dan peninjauan langsung terkait isu terkini serta mendengar aspirasi terkait kawasan industri khususnya Kawasan Berikat Nusantara.

Dari total luasan Kawasan Industri di Indonesia hampir 94 % dimiliki oleh swasta dan sisanya dikelola oleh Pemerintah yang dalam hal ini diantaranya dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) salah satunya PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Dirjen KPAII Eko S.A Cahyanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kawasan Industri BUMN harus memiliki daya saing sehingga harus menyiapkan infrastruktur yang memadai. Selain itu, dibutuhkan upaya-upaya yang dapat memudahkan investasi yang masuk.

KBN memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi kawasan industri yang mumpuni dan mampu bersaing, mengingat lokasinya yang sangat strategis untuk berinvestasi, yaitu di Jakarta, jantung Indonesia dan sangat dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki mobilitas ekonomi yang sangat tinggi. Selain itu, KBN juga didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai diantaranya layanan logistik, pengolahan air, rumah sakit serta akses tol lingkar luar (JOR) untuk menuju pelabuhan laut maupun pelabuhan udara.

Eko S.A Cahyanto juga mengatakan bahwa perlu adanya pemerataan dan penyebaran kawasan industri yang ada di Indonesia, hal tersebut perlu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di Daerah.

Sejalan dengan rencana tersebut, Direktur Utama PT. KBN (Persero) Alif Abadi mengatakan bahwa KBN siap mendukung pengembangan kawasan industri di Indonesia diantaranya membangun Kawasan Industri Takalar.

Kawasan Industri Takalar / Takalar Integrated Industrial Park (TIIP) yang berlokasi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, merupakan kawasan industri dengan lahan seluas ±3500 Ha yang terintegrasi dengan pelabuhan, multi klaster industri (industri berikat daur ulang logam non besi, industri oleo-petrochemical, industri agribisnis dan area komersial) dengan fasilitas yang lengkap.

Saat ini, Kawasan Industri Takalar telah menjadi Proyek Strategis Nasional Sektor Kawasan sesuai dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diundangkan pada tanggal 20 November 2020.

Disamping itu dijelaskan pula rencana program Pengembangan Terminal di lokasi C.04 Marunda, rencana program revitalisasi kawasan Cakung serta rencana penyedia rumah susun dilokasi Sarang Bango Marunda.

Untuk merealisasikan program tersebut, dibutuhkan berbagai dukungan dan kerjasama dari segala pihak yang terkait, diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, serta Instansi dan Badan Usaha lainnya.


 
Telah dikunjungi sebanyak : 73 kali
Share :
;