Kawasan KBN
Hari/Tanggal
: Rabu, 15 Juli 2020
Nama Media
: indopos.co.id
Halaman/Sumber
: https://indopos.co.id/read/2019/05/29/176775/mengenal-hm-sattar-taba-direktur-utama-pt-kawasan-berikat-nusantara-persero
: https://indopos.co.i ...

 
Mengenal HM Sattar Taba, Direktur Utama PT. Kawasan Berikat Nusantara



(Persero)indopos.co.id -Dalam  kata  pengantar  buku  berjudul  ”HM  Sattar  Taba,  Pekerja  Keras  Berbuah Profesionalisme,” Wakil Presiden M Jusuf Kala mengatakan, ”Memimpin dan memajukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidaklah gampang, kendati semua modalnya adalah milik negara.” Ada banyak perusahaan   negara   dan   Badan   Usaha   Milik   Daerah   (BUMD)   telah   bangkrut dan   bubar   karena pemimpinnya tidak bekerja profesional.Lalu siapa yang harus disalahkan jika terjadi hal seperti ini? Tanya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kata pengantar  di  buku  itu.  Dan  pada  saat  yang  bersamaan,  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla  menjawab  sendiri pertanyaannya itu dengan mengatakan ”Tentu orang yang pertama adalah Direktur Utama atau CEO (Chief Executive Officer) nya.Menurut  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla,  salah  seorang  pemimpin  perusahaan  Negara  yang  telah  teruji  dan telah  menunjukkan  dedikasinyasebagai  pekerja  keras  untuk  membesarkan  perusahaan  negara  adalah HM SATTAR TABA yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama (CEO) PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero).  Pria  kelahiran  Makassar,  12  September  1955  itu  adalah  lulusan Fakultas  Ekonomi  Universitas Hasanuddin Jurusan Ekonomi Perusahaan pada tahun 1979. la bukan hanya memegang jabatan sebagai Direktur  Utama  PT.  KBN  (Persero),  tapi  juga  sebagai  Ketua  Umum  Badan  Pengurus  Pusat  Kerukunan Keluarga   Sulawesi   Selatan   (BPP   KKSS)   yang   mengurusi   keberadan   warga   Sulawesi   Selatan   yang bertempat tinggal di seluruh wilayah Indonesia di luar Sulawesi Selatan.Menurut  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla  yang  akan  lengser  1  Oktober  mendatang  digantikan  Prof  DR  Maruf Amin, HM SATTAR TABA bukan hanya pekerja keras dalam membesarkan perusahaan negara, tapi ia juga telah  mewariskan  dua  perusahaan  negara  yang  pernah  dipimpinnya  dalam  posisi  yang  sehat  kepada penggantinya.  Dua  perusahaan  negara  yang  pernah  dipimpin  oleh  HM  SATTAR  TABA  adalah  PT  Semen Kupang di NTT dan PT Semen Tonasa di Sulsel.Untuk  itulah  sebagai  Wakil  Presiden  yang  juga  adalah  Ketua  Dewan  Kehormatan  Kerukunan  Keluarga Sulawesi  Selatan,  ia  merasa  senang  ketika  Menteri  BUMN  Dahlan  Iskan  mengangkat  HM  SATTAR  TABA sebagai  Dirut  PT.  KBN  (Persero)  pada  tahun  2012lalu.  Dan  setelah  itu  masa  kerjanya  diperpanjang  lagi untuk  masa  periode  kedua  sebagai  Dirut  PT.  KBN  (Persero)  Ini  berati  kata  Wakil  Presiden,  HM  SATTAR TABA   memang   seorang   pekerja   keras   dan   berprestasi.   Jika   tidak,   pasti   sudah   lama   saya   minta dipensiunkan.Pengalamannya sebagai Wakil Presiden yang tidak pernah dilupakan dalam mengenal HM SATTAR TABA adalah  ketika  adik  kelasnya  di  Fakultas  Ekonomi  Universitas  Hasanuddin  itu  datang  satu  kali  ke  kantor HARI/TANGGAL:Rabu/ 29 Mei 2019NAMA MEDIA:Indopos.co.idHALAMAN/SUMBER:https://indopos.co.id/read/2019/05/29/176775/mengenal-hm-sattar-taba-direktur-utama-pt-kawasan-berikat-nusantara-persero
KLIPING BERITAPT KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (PERSERO)Wakil  Presiden  di  jalan  Medan  Merdeka  Selatan  sambil  mengeluhkan  kendala  yang  dihadapi  dalam memimpin di PT. KBN (Persero). Lalu ia meminta untuk dipindahkan ke kantor BUMN lainnya.Permintaan itu oleh Wakil Presiden dijawab dengan tegas, ”Tidak Bisa!” Selesaikan dulu masalah-masalah  di  PT.  KBN  (Persero),  baru bisa  pindah.  Bukan  Sattar  namanya  jika  lari  dari  masalah-masalah yang ada di PT. KBN (Persero).”Menurut  Jusuf  Kalla,  pemikiran  dan  ide-ide  cemerlang  HM  SATTAR  TABA  layak  diketahui  oleh  seluruh masyarakat  Indonesia  dengan  membukukannya  supaya  menjadi  buktidan  warisan  calon  direksi  BUMN dan  perusahaan  swasta  atau  siapa  saja  yang  ingin  belajar  mendirikan  dan  mengelola  perusahaan  kecil menjadi besar. HM SATTAR TABA adalah CEO BUMN yang teruji dan layak disebut guru CEO perusahaan yang baik.Pujian  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla  atas  prestasi  kerja  HM  SATTAR  TABA  mungkin  sebagian  orang  yang belum mengenalnya dapat mengatakan terlalu berlebihan. Tapi bagi yang mengenal dekat dengan sosok yang  bernama  HM  SATTAR  TABA,  pujian  itu  belumlah  cukup,  karena  masih  banyak  halperbuatan  HM SATTAR TABA belum diungkapkan kepermukaan masyarakat. Sebagai contoh, prestasi kerja HM SATTAR TABA  di  tengah  pebisnis  asing  yang  sedang  berusaha  di  Indonesia.  Pebisnis  asing  di  Indonesia  begitu mengenal HM SATTAR TABA sehingga pada tahun 2009, ia diberi Sertifikat penghargaan ”Project Finance and Insfrastructure Finance, Deals Of the Year 2009 Asia Pacific Industrial” dari Euromone Hongkong. Dan  pada  tahun  yang  sama  2009,  HM  SATTAR  TABA  diberi  First  Runner  Up  Asean  Energy  Award  dari ASEAN Center For Energy.Walaupun HM SATTAR TABA sudah begitu dikenal di tanah air dan diluar negeri sebagai CEO salah satu perusahaan negara yang sehat dan bersih, tapi keberadaannya tetap bersahaya sebagaimana ditunjukan putra  putri  asal  Sulawesi  Selatan.  la  tidak  pernah  berpakaian  mewah  dengan  aksesoris  yang  mahal.  la begitu  sederhana  sehingga  orang  yang  baru  pertama  kalinya  bertemu  dengan  HM  SATTAR  TABA,  tidak akan  menyangka  bahwa  orang  yang  ditemui  dan  diajak  bicara  adalah  seorang  Direktur  Utama  sebuah perusahaan Pemerintah yang memiliki areal lahan pergudangan terbesar di Ibukota.Ayah  dari  4  orang  anak,  dua  putra  dan  dua  putri  serta  11  orang  cucu  ini,  dikala  diajak  bicara  selalu memegang  ”tasbih  besar  berwarna  coklat”.  Menurut  penuturannya,  tasbih  itu  adalah  pemberian seorang jemaah haji tahun I989, ketika ia bersama istri melaksanakan ibadah haji pertama. ”Ada orang tua  berjenggot,  berkebangsaan  dan  memakai  gamis  Arab  menghampirinya  sambil  memberikan  tasbih ini,” katanya mengenang tasbih yang selalu dipegang di  kala  bertemu  dengan  orang  yang  baru  dikenal ataupun orang yang sudah mengenalnya sejak lama.Tasbih ini diberikan sewaktu menunggu waktu isya setelah shalat magrib didekat dinding Ka’bah sisi Multasam   Mekkah.   Orang   tua   itu   sebelum   meletakkan   Tasbih   itu   di   tangannya,   terlebih   dahulu menerangkan tata cara pengalamannya. ”Saya dikasih petunjuk membaca amalan tiap hari dari senin hingga   Ahad   masing   masing   1000   kali.  Mulai   baca   Bismillah,   Istigfar,   bershalawat,  Subhanna   wa Bihamdika,  ya  Allah,  yang  rachman,  yarhim,  Iaa  ilaha  illalah  anta  subhanaka  nallah  wa  bihamdika,  ya Allah, ya rahman, ya rahim ,laa ilaha illallah anta subhanaka inni kuntu minadhaalimiin ( doa nabi Yunus) ,subhanallah wa bihamdika, ya hayyun ya qayyum.””Saya kemudian diingatkan jika selalumengamalkan amalan itu maka saya dapat terjauh dari perbuatan dosa dan maksiat, selalu dilindungi dan diberi ketenangan hidup oleh Allah SWT, pesan pak tua itu. Sejak itu  kata  HM  SATTAR  TABA,dia  selalu  amalkan  bacaan  bacaan  zikir  itu  sambil  selalu  membawatasbih tersebut. Unitnya tasbih tersebut kata HM SATTA TABA, sudah beberapa kali tasbih itu hilang tapi masih
KLIPING BERITAPT KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (PERSERO)bisa ditemukan. Pernah dua kali ketinggalan diatas pesawat, pernah sekali dibuang di tong sampah oleh cleaning service, dan pernah juga ketinggalan di hotel, hingga kini tasbih itu selalu menemaninya.Menjadi  pertanyaan  apa  guna  tasbih  itu  bagi  HM  SATTAR  TABA  yang  dikenal  sebagai  seorang  Dirut perusahaan  Pemerintah.  Dijawab  dengan  singkat  oleh  HM  SATTAR  TABA,  ”saya  menggunakannya berzikir setiap saat. Saya menyakini berzikir itu dapat menenangkan dan membersihkan hati dan pikiran saya karena selalu menginggat Allah.”Menurutnya,  berzikir  itu  menuntun  diri  untuk  selalu  mengambil  hikma  dari  setiap  kejadian,  merasa terkontrol  dan  terjauh  dari  niat  dan perbuatan  yang  tidak  sesuai  dengan  perintah  Allah  dan  Rasulnya. Ada pengawasan melekat” kata HM SATTAR TABA.Memegang  Tasbih  bagi  HM  SATTAR  TABA,  insya  Allah  jauh  dari  gaya  pencitraan  atau  gagah  gagahan. “Saya selalu membawa dan menggunakan Tasbih ini karena saya mau dekat dengan Allah,” pungkas HM SATTAR TABA.Dengan pegangan Tasbih ini pula HM SATTAR TABA bisa berpikir jernih dan tawakal ketika dirinya dibulih dengan berbagai tuduhan yang tidak mengenakkan telinga sebagai seorang Direktur sebuah perusahaan Pemerintah di Tanjung Priok. Dia diam ketika dilaporkan ke Mabes Polri, Ke Polda Metro Jaya. Bahkan ke KPK  bahwa  dirinya  telah  berbuat  sesuatu  yang  menghambat  pembangunan  untuk  Indonesia  maju. Bahkan ia tidak bereaksi ketika dirinya disebut telah berbuatsesuatu untuk kepentingan pribadinya.”Saya tidak akan berbuat perlawanan dikala orang tertentu menuduhnya berbuat curang Sebaliknya ia akan menunjukkan bahwa tuduhan itu tidak benar karena ingin menyelamatkan asset negara yang nilai triliun rupiah untuk dikuasai oleh orang orang tertentu.”Untuk itulah ia hanya membawa persoalannya ke depan Pengadilan setiap masalah yang muncul ketika memimpin  PT  KBN  persero.  Dan  bersyukur  bahwa  rasa  diamnya  itu  membawa  hasil  bahwa  lembaga Peradilan  memenangkan  disaat  muncul  persoalan  di  PT.  KBN  (Persero).  Putusan  Pengadilan  Negeri Jakarta  Utara  yang  dikuatkan  oleh  putusan  Pengadilan  Tinggi  DKI  membuktikan  bahwa  dirinya  tidak bersalah  dikala  persoalan  yang  ingin  menggerogoti  keberadaan  PT.  KBN  (Persero)  muncul  di  tengah masyarakat.  Biarlah  lembaga  hukum  yang  menjadi  panduan  dasar  penegakan  hukum  di  negeri  ini berbicara soal sengketa antara PT. KBN (Persero) dengan anak perusahaan PT KCN.”Saya tidak mau bicara masalah itu. Hanya menghabiskan tenaga dan pikiran. Biarlah Mahkamah Agung yang memutuskan siapa yang berhak untuk membangun pelabuhan umum di kawasan Marunda. Jangan saya,” tutur HM SATTAR TABA yang masih akan memimpin PT. KBN (Persero) beberapa tahun kedepan.Redaktur: Juni Armanto

Sumber : indopos.co.id

Telah dikunjungi sebanyak : 283 kali
Share :
;