Kinerja Kawasan Industri Dinilai Masih Positif

Rabu, 08 Juli 2020 00:15

Konsultan properti Colliers International Indonesia menilai, sektor industri dan logistik memiliki kinerja cukup bagus ditengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19). Prospek tersebut, berpeluang menjadi pasar yang aktif di masa depan.

"Kinerja sektor industri dan logistik cukup baik dan stabil di tengah kondisi pandemi. Sektor ini tampaknya memiliki potensi positif yang cukup dan dianggap sebagai salah satu aset properti paling sehat, yang mencakup logistik dan gudang," ungkap Head of Industrial and Logistics Services, Colliers International Indonesia, Rivan Munansa, dalam siaran pers, Senin (20/7/2020).

Rivan mengatakan, kinerja sektor industri dan logistik yang positif di tengah pandemi berpeluang meningkat di masa depan. Kinerja sektor industri dan logistik ini mengalami peningkatan pada 2010, dan sekitar 2013-2014, dan pada 2019. Sayangnya, Covid-19 terjadi pada awal 2020 dan sektor industri melambat. "Pada kuartal pertama, hanya 56 hektare yang terjual, mewakili hanya 16 persen dari total penjualan pada 2019," jelasnya.

Namun begitu, kata Rivan, bukan berarti prospek industri dan logistik ini terus menurun, justru kinerja masih yang positif. Beberapa sektor yang bisa memberikan menunjang sektor industri dan logistik adalah barang konsumsi. "Sektor ini memiliki tingkat stabilitas yang cukup baik. Permintaan telah meningkat, terutama setelah pecahnya pandemi Covid-19. Kemudian, ada e-commerce," tegasnya.

Saat ini, kata Rivan, e-commerce merupakan sektor yang terus berjalan dengan baik. Ada potensi signifikan bagi e-commerce untuk tumbuh lebih jauh, yang seharusnya memicu permintaan akan sifat pergudangan dan logistik yang memungkinkan industri ini.

"Kemudian ada sektor logistik. Sektor-sektor seperti barang-barang konsumsi dan e-commerce terus tumbuh, volume logistik akan meningkat. Ini memiliki dampak positif pada industri properti dan logistik," tandasnya.

Menurut Rivan, sektor e-commerce yang sedang berkembang dan meningkatnya penggunaan internet, menjadikan pusat data sebagai tulang punggung yang sangat penting. "Banyak pihak sekarang mulai berkeliling di pasar untuk menemukan lokasi yang tepat untuk membangun pusat data," ujarnya.

Selain itu, jelas dia, ada kemungkinan bahwa perusahaan perusahaan akan mulai mencari tanah yang terletak di kota dengan maksud membangun pusat pemenuhan tersebut.

"Bangunan kosong atau mal yang tidak digunakan tetapi masih layak dapat dikonversi menjadi pusat pemenuhan. Pusat pemenuhan biasanya terletak di perbatasan kota. Dalam hal lokasi, mereka dapat diakses dan dekat kota, tetapi juga dekat dengan gudang atau pabrik," tegasnya. (Sumber: beritasatu.com)


 
Telah dikunjungi sebanyak : 109 kali
Share :
;